Mouse Tech Alat Pencetak Telur Asin Buatan Mahasiswa Brawijaya
Meningkatnya kebutuhan telur asin membuat mahasiswa asal Universitas Brawijaya (Malang) Jurusan Teknologi Industri berinisiatif untuk membuat alat pengasin telur secara massal dalam proses waktu yang singkat dan hemat energi.
Informasi yang dihimpun MAKASSARTERKINI.COM, Osmotic Salted Egg Maker Technology (Mouse - Tech) nama sebuah alat pembuat telur asin secara massal dan dapat memproduksi dengan jumlah telur sebanyak 330 butir telur berhasil di luncurkan mahasiswa asal Malang ini.
Menurut Besari Ahmad, salah seorang anggota dalam perancangan Mouse - Tech, hal ini didasari oleh masyarakat yang sering menggunakan cara - cara tradisonal dan terkesan membuang waktu. Maka dari itu Ahmad mengambil inisiatif dengan temannya untuk melakukan percobaan membuat alat pengasin telur dalam jumlah massal.
” Minat serta kebutuhan masyarakat Brawijaya terhadap telur asin sangatlah tinggi. Namun permintaan telur asin yang tidak diimbangi kapasitas produksi,” Kata Ahmad, Rabu 28 Desember 2016 saat mengikuti lomba Pertamina Technopreneur Challange.
Ahmad mengatakan, hingga saat ini teknik pengasinan telur bebek ini masih menggunakan cara konveksional dengan cara menggunakan abu gosok yang dicampur dengan garam. Akan tetapi cara inirelatif lama sehingga hanya dapat memenuhivkurang lebih sepertiga dari permintaan pasar.
” Mouse - Tech merupakan alat untuk mengasinkan telur dengan menggunakan osmosis menggunakan tekanan udara yang bersumber dari kompresor. Selain itu alat ini juga dapat mengasinkan telur dalam waktubtiga hari dan dikemas dalam bentuk penampungan yang tidak menggunakan batu bata lagi,” terangnya.
Ahmad juga memaparkan keunggulan lain dalam pembuatan pengasin telur dalam jumlah massal ini juga menghemat waktu. Pada pembuatan konvensional telur dengan jumlah sama membutuhkan waktu 10-14 hari.
” Dalam hal ini Mouse - Tech hanya membutuhkan waktu selama tiga hari sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas produksi secara signifikan,” Paparnya.
Hingga saat ini, terang Ahmad, alat ini masih dalam proses penjajakan hak paten sehingga harus melaporkan ini kepada instansi terkait agar dapat diproduksi secara massal.(MakassarTerkini)
