• Beranda
  • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Program Pendidikan
    • Pengajar Dan Dosen
    • Fasilitas Kampus
  • Penelitian
  • Publikasi
    • Berita
    • Info Dosen
    • Lowongan
    • FTI TV
  • Pengumuman
  • Download
  • Hubungi Kami
Fakultas Teknologi Industri ( FTI )
  • Simpadu UMI
  • Learning Management System
  • Jurnal Online
  • Pustaka Online
  • Portal Alumni
  • Webmail
Fakultas Teknologi Industri ( FTI )
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Program Pendidikan
    • Pengajar Dan Dosen
    • Fasilitas Kampus
  • Penelitian
  • Publikasi
    • Berita
    • Info Dosen
    • Lowongan
    • FTI TV
  • Pengumuman
  • Download
  • Hubungi Kami
  • Follow
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Youtube
    • RSS
Home
Berita

Indonesia Kekurangan 50.000 Insinyur

9 Maret 2017 - 07:38 Berita

Bagikan

Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest
Indonesia Kekurangan 50.000 Insinyur

Baca Juga

Menristek Dikti Usul Pemberian Insentif untuk Insinyur
Menristekdikti: Insinyur Jadi Politikus Berarti Kesasar
UMI Buka Pendaftaran Maba Program Profesi Insinyur, Ini Jadwal dan Syarat Pendaftarannya

Staf ahli Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Meristek-Dikti) Bidang Relevansi dan Produktivitas Agus Puji Prasetyono menyatakan jika Indonesia masih sangat kekurangan tenaga insinyur sekitar 50.000 - 100.000 orang.

“Kita di Indonesia ini masih sangat kekurangan insinyur dan peluncuran program studi program profesi insinyur (PSPPI) di UMI Makassar sangat membantu,” ujar Agus Puji usai membuka program profesi insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, kekurangan tenaga insinyur di Indonesia itu karena kurangnya perguruan tinggi baik negeri maupun swasta (PTN/PTS) memiliki program profesi.

Karenanya, pihaknya mendorong program profesi insinyur di Indonesia bisa terus dibuka di semua kampus atau universitas yang memiliki fakultas teknik (FT).

“Sebenarnya kita punya banyak sarjana teknik, tapi apakah mereka itu insinyur, belum tentu. Karena, profesi insinyur itu lebih spesifik,” katanya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), insinyur yang terdaftar di PII hanya 27 ribu, jumlah ini pun dianggapnya sangat sedikit.

Menurut dia, jika dikalkulasi untuk program pembangunan selama lima tahun mendatang, Indonesia masih kekurangan banyak insinyur karena penyebarannya juga tidak merata disemua daerah.

Disebutkannya, Indonesia yang saat sekarang ini terus gencar melakukan pembangunan disegala bidang terus tumbuh pesat, namun tidak disertai dengan tumbuhnya jumlah insinyur.

“Sebenarnya di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sekarang ini, kekurangan insinyur justru akan merugikan kita sendiri karena orang luar negeri akan leluasa masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Agus khawatir, jika perguruan tinggi lainnya di Indonesia ini tidak membuka program profesi ini, maka bisa dipastikan industri-industri di Indonesia tidak akan menggunakan tenaga insinyur dalam negeri melainkan dari luar negeri.

“Pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus digenjot karena jika itu tidak kita kebut, dampaknya kita bisa menjadi penonton di negeri kita sendiri di tengah berkembangnya industri saat ini,” terangnya. (Antara)

  • Tags
  • Insinyur

Bagikan

Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Facebook Comments

Terkait Lainnya

FTI UMI Juara 1  di Rakernas & Semiloka Internasional BKS-PTIS
26 April 2017 - 10:09

FTI UMI Juara 1 di Rakernas & Semiloka Internasional BKS-PTIS

Teknik Industri FTI-UMI Juara 1 Lomba Teknologi Tepat Guna se Selawesi
22 April 2017 - 16:21

Teknik Industri FTI-UMI Juara 1 Lomba Teknologi Tepat Guna se Selawesi

Raih Akreditasi B,  FTI  UMI Sasar Jurusan Lain
20 April 2017 - 15:24

Raih Akreditasi B, FTI UMI Sasar Jurusan Lain

  • Tentang Kami
  • Struktur Organisasi
  • Pengajar Dan Dosen
  • Program Pendidikan
  • Fasilitas Kampus
  • Back to top
Fakultas Teknologi Industri © 2015-2017. All rights reserved.
Universitas Muslim Indonesia