Yang muda yang berprestasi, kata itu tentunya dapat diberikan kepada Widodo Wijaya bersama timnya yang telah menemukan alat pemotong kue Bipang.
Alat pemotong yang dapat mengefisienkan waktu kerja para pembuat kue tradisonal. Widodo, mahasiswa semester 5 Politeknik ATI Makassar Jurusan Teknik Industri Agro mampu menciptakannya.
Dilandasi dari keprihatinan mereka terhadap masyarakat yang mempunyai indsutri pembuatan kue Bipang di Kabupaten Gowa, yang hingga kini masih menggunakan sistem atau cara kerja manual.
Pelaku industri kue Bipang di Gowa masih menggunakan pisau dan membutuhkan waktu lama untuk jumlah produksi yang cukup banyak.
“Kita hanya prihatin melihat sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di Gowa yang kebanyakan adalah pembuat kue Bipang dan masih menggunakan cara manual saat pemotongan dan tentu memakan banyak waktu dan tenaga,” ujarnya pada acara Pertamina Technopreneur Challenge (PTC) 2016 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Rabu 28 Desember 2016.
Alat pemotong kue Bipang yang dibanderol dengan harga Rp 2 -3 juta ini dapat memudahkan kerja para pembuat kue Bipang saat proses pemotongan. Dalam sekali potong, alat ini bisa menghasilkan 90 keping potongan dengan ukuran yang sama besar.
“Kalau dulunya pembuat kue Bipang kewalahan saat pemotongan dan makan banyak waktu, dengan alat ini semua teratasi. Kurang dari satu menit, Bipang ini bisa terpotong hingga 90 keping dengan ukuran yang sama,” jelasnya. (MakassarTerkini)



