Program Pendidikan

Fakultas Teknologi Industri – FTI UMI memiliki 3 program studi pendidikan unggulan yang terakreditasi B dan 1 program studi profesi, Yakni Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Pertambangan dan Program Profesi Insinyur.

Teknologi industri adalah penggunaan ilmu teknik dan teknologi manufaktur untuk menjadikan produksi lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih efisien. Program studi teknologi industri biasanya mencakup instruksi teori optimisasi, faktor manusia, perilaku organisasi, proses industri, prosedur perencanaan industri, aplikasi komputer, dan pelaporan serta presentasi.

Perencanaan dan perancangan proses manufaktur dan perlengkapannya adalah aspek utama dalam menjadi ahli teknologi industri. Selain itu, ahli teknologi industri juga berperan dalam mengimplementasi rancangan dan proses tertentu di dalam suatu industri, melibatkan manajemen, operasi, dan perawatan sistem operasi yang kompleks.

Jurusan Teknik Industri
Jurusan Teknik Kimia
Jurusan Teknik Pertambangan

TEKNIK INDUSTRI membina Program Strata Satu ( S.1 ) dengan konsentrasi keahlian : Sistem Manufaktur, Manajemen Logistik, Manajemen Industri, Manajemen Produk Halal dan Tekno Ekonomi.

  1. Program Strata Satu (S.1) Reguler, program ini ditawarkan untuk lulusan SMU/SMK dan sederajat.
  2. Program Strata Satu (S.1) Khusus, program ini ditawarkan untuk karyawan/pegawai dari berbagai instansi pemerintah, swasta, BUMN, dan ahli progam transfer D3.

Kurikulum berbasis kompetensi dengan bobot 148 SKS, program S1 reguler & khusus dapat ditempuh maksimal 4 tahun (8 Semester) dengan program ahli program/transfer D3 maksimal 1,5 tahun ( 3 Semester ) dengan gelar Sarjana Teknik (ST)

Program Unggulan : Sharing software pengajaran dan software laboratorium dengan Jurusan Teknik Industri ITB Bandung.

Karir Lulusan Teknik Industri

Lulusan Teknik Industri tidak hanya bekerja di Industri manufaktur, seperti industri otomotif. Jurusan ini dapat juga bekerja di beberapa sektor misalnya :

Bidang Produksi/ Operasi Dan Penjaminan Mutu
Ini adalah bidang pekerjaan utama lulusan Teknik Industri. Lulusannya bisa bekerja di sebuah pabrik untuk menangani perencanaan dan pengendalian proses produksi, pengendalian kualitas produksi, dan pengembangan sistem manajemen kualitas. Prospek kerja pada bidang ini cukup besar dapat sangat dibutuhkan oleh industri seperti otomotif sekelas Toyota Astra Motor, Astra Honda Motor, Yamaha, lalu di sektor FMCG ada Unilever, Nestle, Wings, di sektor retail ada Mitra Adi Perkasa, di sektor industri baja ada PT Krakatau Steel, dan masih banyak lagi.

Bidang Sistem Informasi
Lulusan ini juga bisa bekerja di sebuah perusahaan untuk departemen IT (Informasi Teknologi). Lulusan Teknik Industri dalam departemen IT akan bertanggung jawab dalam perangkat keras atau hardwear-nya seperti pemasangan sistem informasi, jaringan, dan juga untuk perangkat lunak atau software. Beberapa perusahaan konsultan IT besar seperti: SAP Indonesia, Oracle, Astragraphia, dan lainnya, siap menerima skill kamu.

Bidang Pemasaran
Sebuah perusahaan pasti membutuhkan tenaga pemasaran dan para lulusan Teknik Industri dibutuhkan sebagai market research atau yang bertugas menganalisa pasar, seperti menganalisa persaingan, menganalisa konsumennya, juga tentang produknya. Selain itu bisa juga bekerja sebagai marketing atau technical sales.

Bidang Logistik
Salah satu bidang ajar jurusan ini adalah pengaturan produksi, termasuk penyediaan bahan baku, sampai pengaturan hasil produksi dan jalur distribusi. Prospek kerja  lulusan teknik industri dibutuhkan perusahaan-perusahaan FMCG seperti Unilever, Nutrifood, hingga Semen Gresik, Holcim, dan lain-lain.

Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia
Lulusan Teknik Industri juga berpeluang bekerja pada bidang ini. Lingkup pekerjaannya meliputi pengelolaan sumber daya manusia mulai dari masalah rekruitmen atau proses pencarian karyawan, pengembangan sistem kerja karyawan, operasional rutin seperti penggajian dan manajemen personalia termasuk pengembangan karyawan dalam pelatihan.

Bidang Keuangan
Banyak juga lulusan teknik industri yang bekerja di perbankan. Biasanya pada departemen yang membutuhkan analisa keuangan seperti treasury and funding atau marketing.

Bidang Konsultasi Manajemen
Beberapa perusahaan konsultan internasional seperti Boston Consulting Group, Nielsen Company, Accenture, MarkPlus Consulting, dan masih banyak lagi, membutuhkan keahlian lulusan Teknik Industri.

TEKNIK KIMIA membina Program Strata Satu (S.1) dan Program Pascasarjana, Strata Dua (S2) dengan konsentrasi keahlian: Teknologi Proses dan Kimia Lingkungan.

  1. Program Strata Satu (S.1) Reguler, program untuk lulusan SMU/SMK dan sederajat.
  2. Program Strata Satu (S.1) Khusus, program ini ditawarkan untuk karyawan/pegawai dari berbagai instansi pemerintah, swasta, BUMN, dan ahli progam transfer D3.
  3. Program Strata Dua (S2), Satu-satunya penyelenggara program pascasarjana (S2) Teknik Kimia di Indonesia Timur dengan masa studi 4 Semester (2 Tahun)

Kurikulum berbasis kompetensi dengan bobot 151 SKS, program S1 reguler, & khusus dapat ditempuh maksimal 4 tahun (8 Semester) dengan program ahli program/transfer D3 maksimal 1,5 tahun (3 Semester) dengan gelar Sarjana Teknik (ST) dan gelar Magister Teknik (MT) untuk program Pascasarjana Teknik Kimia.

Program Unggulan : Hybrid Teaching kerjasama dengan Fakultas Teknologi Industri ITS Surabaya, menghadirkan empat orang Guru Besar/Professor dan Dosen Ahli dari ITS Surabaya untuk melaksanakan proses pengajaran/perkuliahan di Jurusan Teknik Kimia FTI-UMI Makassar.

Karir Lulusan Teknik Kimia

Industri Proses Kimia
Kemampuan lulusan jurusan teknik kimia industri dalam rekayasa adalah salah satu solusi menghadapi masalah ketersediaan sumber daya. Rekayasa bahan-bahan mentah menjadi berbagai bentuk produk jadi dapat menghadirkan alternatif-alternatif baru bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam industri proses ini kita kita bisa melihat contoh misalnya Industri pupuk, pengolahan minyak bumi, kertas, polimer, gas, logam, makanan, obat-obatan, dll.

Industri Renewable Energy
Permasalahan lingkungan kini semakin kompleks menuntut banyak pihak untuk memperbaiki prilakunya dalam berinteraksi dengan alam, tidak terkecuali dengan orang-orang yang berada dalam lingkungan teknik kimia. Praktisi teknik kimia dapat berperan dalam perbaikan proses-proses kimia menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian, peluang lulusan jurusan teknik kimia industri menjadi sangat besar dalam bidang Renewable Energy Industri ini.

Industri Agrobisnis
Industri pertanian dan agrobisnis adalah salah satu dan memang seharusnya menjadi yang terbesar di Indonesia. Produk pertanian yang dijual  mentah tanpa usaha untuk meningkatkan daya jualnya adalah salah satu penyebab pendapatan yang berasal dari bidang ini menjadi rendah. Sarjana teknik kimia menjadi sangat berperan dalam meningkatkan nilai guna dan nilai jual tersebut sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Industri / Unit Pengolahan Limbah
Industri pengolahan limbah dapat dimasuki oleh lulusan Teknik Kimia Indonesia karena memang lulusan Teknik Kimia punya basic relatif kuat dalam pengolahan limbah (waste treatment). Lulusan Teknik Kimia seringkali dikatakan dapat merebut kesempatan kerja lulusan Teknik Lingkungan. Lulusan Teknik Kimia dapat bekerja di perusahaan PPLI, atau di-support system berbagai perusahaan besar, misalnya di unit pengolahan limbah di Oil and Gas Industry.

Perbankan
Lulusan Jurusan Teknik Kimia memiliki kemampuan yang relatif sangat baik dalam analisis feasibility study untuk proyek pembangunan industri-industri, mulai dari industri kecil sampai industri besar. Sehingga lulusan jurusan teknik kimia industri dapat memberikan pertimbangan saat bank akan memberikan pinjaman kepada pengusaha.

Peneliti
Lulusan teknik kimia industri yang berminat pada bidang penelitian di Laboratorium berpeluang bergabung dengan lembaga penelitian

TEKNIK PERTAMBANGAN membina Program Strata Satu (S.1) dengan konsentrasi keahlian: Eksplorasi dan Tambang Umum serta rencana pengembangan  konstrasi Geologi dan Metalurgi.

Program Strata Satu ( S1 ) reguler, untuk lulusan SMU/SMK dan sederajat kurikulum berbasis kompetensi dengan bobot 149 SKS, program S1 reguler dapat ditempuh maksimal 4 tahun (8 Semester), dengan gelar Sarjana Teknik (ST).

Selain melakukan proses perkuliahan di kampus, Jurusan Teknik Pertambangan juga melakukan proses perkuliahan di luar kampus yaitu di kampus lapangan ( Field Trip ). Kampus lapangan bertujuan mempraktekkan teori yang didapatkan dibangku perkuliahan sehingga mahasiswa tidak merasa kaku dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Program Unggulan : Hybrid Teaching kerja sama dengan Fakultas Teknik Pertambangan dam Perminyakan (FTTM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dimana setiap semester enam orang Guru Besar/Professor dan dosen ahli dibidang pertambangan melakukan proses pengajaran/perkuliahan di Jurusan Teknik Pertambangan FTI-UMI Makassar.

Karir Lulusan Teknik Pertambangan

Badan Usaha Milik Negara seperti Pertamina, Perum Gas Negara, PLN, PT. Timah, PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, dll)

Perusahaan swasta seperti Persero batubara, PT. Aneka Tambang, Mobil Oil, UNION OIL Indonesia, PT. INCO, PT. Semen Tonasa, PT. Bosowa Mining, PT. Hemako, PT. Freeport, PT. Berau Coal, PT. Kaltim Prima Coal, PT. Adaro, PT. Tambang Aspal Butonb KODECO dan sebagainya)

Wiraswasta (Lulusan Teknik Pertambangan dapat berwiraswasta dalam perusahaan pemboran air tanah, minyak dan gas bumi)

Akademisi dan Lembaga Penelitian (dosen pada peguruan tinggi negeri maupun swasta, LIPI, BPPT, dll)