ANALISIS STRATIGRAFI DAERAH TANJUNG KRAMAT KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO

Aang Panji Permana

Sari

Kondisi geologi yang khas, lengkap dan kompleks menjadi daya tarik penelitian di daerah Tanjung Kramat. Terlebih sampai saat ini hanya terdapat peta geologi regional berskala kecil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi dalam menentukan hubungan stratigrafi litologi yang ada di daerah penelitian sehingga dapat diketahui sejarah geologinya. Metode penelitian yang dipakai kualitatif dan kuatitatif terdiri dari penelitian lapangan, pekerjaan laboratorium, pengolahan dan analisis data serta pelaporan. Seluruh kegiatan di atas merupakan satu rangkaian yang tak dapat dipisahkan. Metode geologi stratigrafi dan petrologi merupakan kunci dalam mengetahui segala proses yang terjadi pada batuan mulai dari batuan terbentuk hingga menempati posisi seperti sekarang. Hasil penelitian menunjukan geomorfologi daerah penelitian Kelurahan Tanjung Kramat Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo merupakan satuan perbukitan patahan. Ciri satuan ini memiliki relief perbukitan dengan kemiringan curam dengan genesa utama patahan nampak dari kelurusan garis kontur. Analisa stratigrafi hubungan Satuan Batuan Lapili Tuf dengan Satuan Batugamping Terumbu (Kalsirudit) adalah ketidakselarasan (unconformity). Hasil pengukuran bidang ketidakselarasan adalah N 95o E/23o SW. Hubungan stratigrafi daerah penelitian terkait dengan sejarah geologi, pertama kali diendapkan Satuan Batuan Lapili Tuf sekitar umur Pliosen Akhir sampai Pleistosen Awal (1,8 juta tahun lalu) dengan lingkungan pengendapan laut dalam. Kemudian mengalami pengangkatan (tektonik), lingkungan pengendapan menjadi lingkungan laut dangkal sekitar 10.000 tahun (berumur Pleistosen Akhir). Hal ini dicirikan dengan diendapkannya Batugamping Terumbu (Kalsirudit) yang berlangsung sampai saat ini (berumur Holosen).

Kata Kunci

Stratigrafi, Sejarah Geologi, Tanjung Kramat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

- Bachri, S., Sukido, dan Ratman, N., 1994. Peta Geologi Lembar Tilamuta, Sulawesi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Bandung.

- Emery, D. And Myers, K.J. (Editors), 1996. Sequence Stratigraphy. Blackwell, Oxford, 297 pp. ISBN 0-632-03706-7.

- Fisher, R.V and Schiminike, H. U, 1984. Pyroclastic Rock. Springer Verlag Berlin Heidelberg, Germany.

- Grabau, 1905. Physical Character and History of some New York Formations, Science 22, 528-535.

- Hall, R. And Wilson, M.E.J, 2000. Neogene sutures in eastern Indonesia. Journal of Asian Earth Sciences, 18, 781-808.

- Hartati, A., 2012, Identifikasi struktur Patahan berdasarkan analisa Derivative metode gaya berat di Pulau Sulawesi. FMIPA UI, hal 30, Depok.

- Nichlos Gary, 2009, Sedimentology and Stratigraphy, second edition, Wiley Balckwell A John Wiley & Sons, Ltd., Publication.

- Pettijohn, F.J., 1975. Sedimentary Rocks, 3rd, Harper and Row Publisher, Newyork.

- Simandjuntak, T, O., 2004. Tektonika. Publikasi Khusus, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. 31.

- Sompotan, A.F. 2012. Struktur Geologi Sulawesi. Perpustakaan Sains Kebumian Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat.

- Suprabto, S. J., 2006. Geokimia regional Sulawesi bagian utara percontoh endapan sungai aktif -80 mesh. Jurnal geologi indonesia, Vol. 1, No.2.

- Trail, D.S, John, T.U, Bird, M.C, Obial, R.C, Pertzel, D.A, Abiog, D.D, Parwata and Subagio., 1974. The General Geological Survei of Block 2 Sulawesi Utara Indonesia., PT Tropic Endeavor Indonesia.

- Van Bemmelen., 1949., The Geology of Indonesia Vol 1.A Government Printing Office The Hague.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.