Jadi Lebih Berkualitas dan Kompeten, SMKN 1 Sorong Kembali Kirim Siswanya Pendidikan di FTI UMI

FTI UMI kembali menjadi tujuan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sorong, Provinsi Papua Barat untuk menjalani Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

SMK bidang pertambangan tersebut sebelumnya secara bertahap telah mengirim siswa-siswi untuk menimba ilmu teknik pertambangan di kampus swasta terbesar di Indonesia Timur ini.

Guru pendamping PSG SMKN 1 Sorong, Bapak Aris Purwanto yang didampingi Deva Beta menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FTI UMI karena melalui kerjasama PSG ini siswa-siswinya mengalami peningkatan kualitas dan kompetensi.

“PSG adalah merupakan syarat kelulusan bagi siswa-siswi kami,” kata Deva Beta.

Ris Purwanto menambahkan bahwa perubahan karakter dan motivasi siswa menjadi lebih baik dengan tempaan dan motivasi para dosen di Teknik Pertambangan FTI UMI sebagai bukti dari alumni PSG gelombang sebelumnya.

Sebanyak 24 orang siswa-siswi SMKN 1 Sorong akan menjalani kegiatan di FTI UMI selama 2 bulan, mulai tanggal 11 Oktober 2017 hingga 11 Desember 2017.

Aktivitas belajar yang dilaksanakan adalah praktikum pada 15 laboratorium, studi ekskursi dengan melihat aktivitas tambang PT Semen Tonasa, dan field trip ke kampus lapangan Jurusan teknik pertambangan yang berlokasi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Pada saat sambutan penerimaan delegasi PSG SMKN 1 Sorong di aula Ir H Liorang Lologau MT, Wakil Dekan 1 FTI UMI IrAndi Pawennari ST MT IPM menyampaikan terima kasih atas kepercayaan SMKN 1 Sorong menjadikan Jurusan Teknik Pertambangan UMI sebagai lokasi PSG.

Andi Pawennari juga menyampaikan nasihat kepada para peserta untuk fokus dalam menjalani PSG sehingga kelak setelah kembali ke Sorong dapat memberikan bukti nyata dari aktivitas PSG.

Andi Pawennari pada acara penerimaan didampingi oleh Ketua Jurusan Teknik Pertambangan FTI UMI Hasbi Bakri ST MT IPM beserta para dosen di lingkungan FTI UMI.(TribunTimur)