Industri Kimia Indonesia

Buku ini terdiri dari bab. Bab pertama berisi pendahuluan, bab dua membahas tentang proses di industri kimia, bab tiga tentang industri kimia sederhana, bab empat tentang industri pupuk, bab lima tentang industri gula, bab enam tentang industri semen, bab tujuh tentang industri minyak bumi.

Industri kimia merujuk pada suatu industri yang terlibat dalam produksi zat kimia. Industri ini mencakup petrokimia, agrokimia, farmasi, polimer, cat, dan oleokimia. Industri ini menggunakan proses kimia, termasuk reaksi kimia untuk membentuk zat baru, pemisahan berdasarkan sifat seperti kelarutan, titik didih, kesetimbangan, pengaruh panas, serta metode-metode lain. Industri kimia berhubungan dengan pemrosesan bahan mentah yang diperoleh melalui penambangan, pertanian, dan sumber-sumber lain, menjadi material, zat kimia, serta senyawa kimia yang dapat berupa produk antara yang akan digunakan di industri lain atau produk akhir yang siap dikonsumsi masyarakat.

Beberapa industri kimia telah dibangun di berbagai tempat di Indonesia. Pabrik pupuk Urea, Single Super Phosphate (SP), Triple Super Phospate (TSP), Zuur Ammonia (ZA), dan pupuk NPK, yang mendukung produksi pangan telah dibangun di Indonesia. Pabrik tekstil, zat warna, karet, kulit dan plastik – polimer yang mendukung terscukupinya kebutuhan pakaian; pabrik semen, keramik, gelas-kaca, besi-baja yang mendukung kebutuhan papan; Pabrik kertas, pulp, selulosa serta obat-obatan yang mendukung komoditi pendidikan dan kesehatan; serta industri minyak dan gas bumi, batubara, biodisel, biogas, bioetanol yang mendukung komoditas transportasi dan sumber energi.

Pengetahuan tentang proses industri kimia diperlukan bagi mahasiswa sarjana teknik kimia karena setelah lulus akan berperan sebagai process engineer (pengoperasian pabrik kimia) maupun sebagai poject engineer. Sebagai project engineer, seorang sarjana teknik kimia dituntut untuk mampu merancang proses kimia di industri dengan menggunakan data yang ada di literatur menjadi suatu rancangan proses kimia yang dinyatakan dalam diagram alir proses. Sedangkan process engineer, seorang sarjana teknik kimia dituntut untuk mampu mengoperasikan pabrik dan mengendalikan proses kimia yang berlangsung pada rangkaian peralatan industri.

Buku ini dapat di dapatkan dalam Versi Digital  dan versi cetak

PROMO WIN BONUS bagi member Bandar Judi Bola hanya di bolaonline303