FTI UMI Akan Kembangkan Ilmu Pengetahuan Berbasiskan Islamic Velue

FTI UMI Akan Kembangkan Ilmu Pengetahuan Berbasiskan Islamic Velue

Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Basri Modding mengapresiasi Fakultas Teknologi Industri (FTI) yang telah berkomitmen untuk menjawab tantangan pengembangan fakultas masa depan.

Di antaranya, maju dalam pendidikan (University 1.0), penelitian (2.0) dan Kewirausahaan (3.0) dengan mengedepankan semangat kepedulian dalam kerangka nilai-nilai Islam.

“Ini adalah raker (rapat kerja) fakultas pertama yang diadakan di UMI. Semoga bisa menunjang visi misi untuk menjadikan UMI sebagai world class international,” katanya saat membuka Raker FTI UMI di Aula Multimedia Interactive Projector Liorang Lologau, Jumat (26/10/2018).

“FTI UMI keren. Saya harap ini bisa menjadi contoh oleh fakultas lainnya lingkup UMI, agar bisa menghasilkan lulusan, dosen dan karyawan yang berkualifikasi internasional,” harapnya.

Sementara itu, Dekan FTI UMI, Zakir Sabara mengungkapkan, pihaknya sengaja mengangkat tema #FTIUMIKEREN: Inovatif, Kreatif, Peduli dan Berdaya Saing Global, guna memotivasi seluruh elemen lingkup FTI, agar tetap mengedepankan rasa kepedulian terhadap masyarakat.

“Tema ini bukan bermaksud sombong, tetapi kita ingin memotivasi diri, bahwa percuma kreatif, inovatif, punya daya saing global, kalau semua itu tidak dibarengi dengan kepedulian, terutama dari sisi kemanusiaan,” jelas Zakir saat ditemui awak media.

Dekan dua periode itu menekankan, ke depan, seluruh hasil riset dan inovasi harus bisa membantu masyarakat, dengan tagline sharing and caring.

“Insyaallah, FTI-UMI akan memacu kreativitas dan inovasi namun kepeduliaan akan menjadi landasan dalam melakukan semua aktivitas tri dharma perguruan tinggi,” tambahnya.

Setelah program kerja tersebut diterapkan, Zakir meminta kepada seluruh stakeholders terkait untuk mengevaluasi kinerjanya. Bahkan, dirinya siap mundur, jika dianggap gagal dalam mengimplementasikan visi-misi dan program kerja yang telah disusun.

“Hasil raker ini adalah ujian dan tanggung jawab bagi saya. Kalau hasil evaluasi menyatakan saya gagal, saya siap berhenti. Itu konsekuensinya,” tegas Zakir.

Berdasarkan informasi yang diterima, visi misi, tujuan dan sasaran serta nilai-nilai Islam yang mendasari seluruh program kerja yang akan lahir akan dikemas bersama isu-isu kekinian.

Seperti, pengembangan pendidikan tinggi bidang teknologi industri serta diarahkan pada tata kelola fakultas dengan landasan relevansi, akses, mutu, dan daya saing. (IniKata)