400 KK Pengungsi Palu dan Relawan FTI-UMI Menangis Haru di Gawalise

Sedikitnya 400 anggota kepala keluarga korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi pada tiga daerah di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, mengikuti zikir dan tabligh akbar di Camp Pengungsian Gawalise, Kelurahan Dayu, Palu Barat, Kota Palu, Sabtu (3/11/2018) malam.

“Ini zikir dan ceramah pertama sejak kami tinggal di tenda pengungsi,” kata Ibu Kiki, pengungsi dari Kelurahan Duyu, Gawalise, Palu, kepada Tribun-Timur.com.

Di Kamp Pengungsi Gawalise ada 400 KK dan sekitar 1751 korbang pengungsi yang rumahnya hancur dihantam gempa dan tsunami.

Gawalise berjarak sekitar 2,7 km dari Pantai Talise, pusat Kota Palu.

Pengungsi sudah bermukim di 471 tenda pengungsi bantuan dari pemerintah, yayasan sosial, lembaga donor asing.

Hajatan zikir ini sekaligus jadi penutup 34 hari aksi kemanusiaan Relawan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar di Pasigala (Palu, Sigi, Donggala).

Puluhan pengungsi dari daerah Belaroa, Petobo dan Sigi, terlihat menitikkan air mata saat mengikuti zikir yang dipandu Ustadz M Yunus (Pembina Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Padanglampe, UMI).

Acara hajatan dimulaii salat isya berjamaah di Masjid Darurat Dewan Masjid Indonesia (DMI) di kawasan Stadion Gawalise, Duyu, Palu Barat, dan dilanjutkan makan malam bersama.

Usai berzikir, Wakil Dekan IV FTI UMI Dr Yusri Muhammad Arsyad Lc MA, membawakan tauziyah.

Doktor alumnus Universitas Tunisia ini, mengingatkan agar para korban tetap sabar dan memperbanyak istigfar selama masa pemulihan dan transisi pascagempa di Palu.

“Jangan menyembah selain Allah, teruslah meminta kepada Allah, hanya kepada Dia kita meminta. Gempa, likuefaksi, dan tsunami tak akan datang ke Lembah Palu ini, jika bukan se-izin Allah,” kata Komisi Dewan Fatwa MUI Kota Makassar ini.

Dekan FTI UMI, Ir Zakir Sabara HW MT, mengemukakan acara zikir dan tabligh akbar ini sekaligus penutupan aksi kemanusiaan relawan FTI UMI selama 34 hari di Palu.

Sejak 30 September 2018, atau dua hari pascabencana alam, sebanyak 46 relawan FTI UMI adalah relawan mahasiswa dari luar Kota Palu yang datang ke Palu.

Relawan level fakultas ini menyalurkan sekitar Rp381 juta dalam bentuk tunai, dan natura dari dermawan bernilai sekitar Rp400 juta.

Di pekan kelima ini, FTI membangun enam tenda musallah darurat di enam kamp pengungsian di Pasigala (Petobo, Bamba, Kadongo, Loru, Baluase Sigi, dan Lero di Donggala).

“Sebelum berakhir kita juga gerakkan relawan cuti dai dari 4 fakultas di UMI (FTI, pertanian, fakultas Agama, dan Ekonomi),” kata Zakir.(Tribun Timur)